Jama'ah Haji 2019/ 1440 H

Testimoni Bapak Abdurrahim Hasan (Kelapa Gading) :

Kelebihan Berhaji bersama Lazuardi Harmoni
Sebuah Testimoni

Saya hanya ingin menyoroti dari satu sisi saja, yaitu dari sisi ketersambungan secara sanad para Pembimbing Lazuardi (KH M Danial Nafis dan KH Azka Fuady) dengan para Syaikh/Wali baik yang masih hidup maupun yang sudah meninggal, dan kemudian beliau-beliau ini menyambungkan juga para masyayikh ini dengan rombongan jama’ah hajinya. Dengan yang masih hidup tentu kita masih ingat Syekh Zakaria Taleeb dan Syekh Idris Al Fasi. Lalu dengan yang meninggal, kita disambungkan dengan para guru dari silsilah Thoriqoh Syadziliyyah-Qodiriyyah. Kita tahu bahwa ruh para auliya, syuhada tetap berinteraksi dengan dunia kita dunia material.

وَلَا تَحْسَبَنَّ الَّذِينَ قُتِلُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ أَمْوَاتًا ۚ بَلْ أَحْيَاءٌ عِنْدَ رَبِّهِمْ يُرْزَقُونَ
Dan jangan sekali-kali kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati; sebenarnya mereka itu hidup, di sisi Tuhannya mendapat rezeki, (QS. Imron : 169)

فَرِحِينَ بِمَا آتَاهُمُ اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ وَيَسْتَبْشِرُونَ بِالَّذِينَ لَمْ يَلْحَقُوا بِهِمْ مِنْ خَلْفِهِمْ أَلَّا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ
mereka bergembira dengan karunia yang diberikan Allah kepadanya, dan bergirang hati terhadap orang yang masih tinggal di belakang yang belum menyusul mereka, bahwa tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati.(QS. Imron : 170)

Kedua ayat tersebut merupakan penjelasan terhadap tidak matinya roh syuhada atau auliya, artinya setelah kematian para auliya masih hidup dan sewaktu-waktu masih berinteraksi dengan kehidupan dunia materil ini. Kata وَيَسْتَبْشِرُونَ بِالَّذِينَ لَمْ يَلْحَقُوا ( dan bergirang hati terhadap orang yang masih tinggal di belakang yang belum menyusul mereka ) kalimah tersebut merupakan makna interaksi terhadap orang-orang yang masih hidup di dunia ini. Makna وَيَسْتَبْشِرُونَ bisa juga diartikan “ mereka mendoakan “ ada juga tafsir yang mengartikan “ bimbingan spiritual” artinya ruh-ruh auliya yang telah mati mendoakan kepada manusia-manusia di dunia yang dikehendakinya serta memberikan bimbingan spiritual.

Maka tak heran, haji bersama Lazuardi terasa lebih “berisi”, dan terbimbing.
Semoga kebiasaan baik ini bisa diteruskan dan semoga beliau para pembimbing senantiasa dianugerahi keikhlasan.

Kelapa Gading – Jakarta, 24 Agustus 2019

Share on:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •