Setelah menaikkan biaya visa umrah, pemerintah Arab Saudi kini menerapkan beban baru untuk para jemaah umrah Indonesia, berupa asuransi kesehatan 165 Real Saudi (sekitar Rp 500.000). Ketentuan ini makin memberatkan Jemaah, apalagi pemerintah Indonesia juga sudah menerapkan asuransi kesehatan dan perjalanan umrah Rp 50.000 per orang.

“Kalau pemerintah Indonesia sudah menerapkan asuransi kesehatan dan perjalanan umrah sejak tiga tahun lalu dan nilainya tak memberatkan. Ini Arab Saudi mulai Selasa kemarin menerapkan asuransi kesehatan juga,” kata Ketua Forum Komunikasi dan Silaturahmi Penyelenggara Travel Umrah dan Haji (FKS Patuh) Jabar, Wawan Ridwan Misbach, di kantor Qiblat Tour, Rabu 18 September 2019.

Lebih jauh Wawan menyatakan, adanya asuransi ganda apalagi biayanya sampai 165 Real Saudi atau sekitar Rp 500.000 per orang akan makin membebani jemaah. “Kami sebagai travel umrah gak bisa apa-apa menghadapi gempuran biaya umrah dari Arab Saudi ini. Akhirnya kami bebankan kepada jemaah meski secara bertahap agar jemaah juga tak terasa sejak kenaikan biaya umrah,” katanya.

FKS Patuh Jabar, kata Wawan, hanya mengingatkan kepada pemerintah Arab Saudi kalau dua kota suci merupakan milik umat Islam bukan milik Arab Saudi. “Umrah dan haji itu ibadah bukan dibisniskan atau mencari laba sebanyak-banyaknya dari kedua ibadah ini. Tolonglah umat Islam agar semakin banyak yang mengunjungi Baitullah dengan tak dibebani biaya macam-macam,” katanya.

Adanya asuransi kesehatan ini juga dibenarkan Direktur Percik Tours, Asep Awaluddin, dan Direktur Ghina Septi Tours, Bisma Banyu Setia. “Ya kami gak bisa apa-apa dengan banyaknya biaya baru di musim umrah tahun ini,” kata Asep.

Seperti diketahui pemerintah Arab Saudi akhirnya mencabut kebijakan visa progresif sebesar 2.000 Real Saudi (sekitar Rp 7 juta) kepada Muslimin yang pernah umrah. Namun di lain pihak pemerintah Arab Saudi menaikkan biaya visa umrah dari sekitar 60 Dollar AS menjadi 160 Dollar AS atau ada kenaikan 100 Dollar AS (sekitar Rp 1,4 juta).

“Setelah beberapa tahun ini pemerintah Arab Saudi memberlakukan visa progresif sebesar 2.000 Real Saudi bagi jemaah umrah yang pernah berangkat umrah sebelumnya, tapi mulai Selasa lalu 10 September 2019 visa progresif dihapuskan,” kata Sekretaris Forum Komunikasi dan Silaturahmi Penyelenggara Travel Umrah dan Haji (FKS Patuh) Jabar, Rachmat Wildan.

Kenaikan biaya visa menjadi hampir 500 real Saudi atau sekitar 160 Dollar AS dari tahun lalu sekitar 60 Dollar AS atau naik 100 dollar (sekitar Rp 1,4 juta/orang). “Di satu sisi ada berita gembira, namun di sisi lain beban biaya umrah bertambah. Bahkan kebijakan kenaikan visa umrah ini menimpa semua Muslimin yang akan berumrah,” katanya.

Akibatnya besaran biaya umrah juga akan mengalami penyesuaian, namun penyesuaian biaya murah ini bergantung kebijakan masing-masing biro perjalanan umrah. “Apakah travel umrah itu berani menaikkan atau menahan harga paket umrah agar tetap banyak Muslimin yang umrah,” ujarnya.

Sumber: pikiran-rakyat

Share on:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •